Pages

Rabu, 18 Februari 2015

matan terjemahan usul tsalatsah

بسم الله الرحمن الرحيم

Saudaraku,
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.
Ketahuilah, bahwa wajib bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :

1.Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.

2.Amal, yaitu menerapkan ilmu ini.

3.Sabar, yaitu tabah dan tangguh dalam mengahadapi segala rintangan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan berdakwah kepadanya.



Dalilnya, firman Allah Ta’ala :
والعصر (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2)إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ سورة العصر
“Demi masa. Sesungguhya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal shaleh dan saling nasehat-menasehati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar.” (Surat al-‘Ashr : 1-3).

Imam Asy-Syafi’i  Rahimahullahu Ta’ala, mengatakan : “Seandainya Allah hanya menurunkan surat ini saja sebagai hujjah buat makhlukNya, tanpa hujjah lain, sungguh telah cukup surat ini sebagai hujjah bagi mereka.”

Dan imam Al-Bukhari Rahimahullahu Ta’ala, mengatakan : “Bab : ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Dalilnya firman Allah Ta’ala :
فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك
“Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosamu.” (QS. Muhammad: 19).

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan terlebih dahulu untuk berilmu (berpengetahuan) Sebelum ucapan dan perbuatan.


Saudaraku,

Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.

Dan ketahuilah, bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah untuk mempelajari dan mengamalkan ketiga perkara ini:

1. Bahwa Allah-lah yang menciptakan kita dan memberi rizki kepada kita. 


Allah tidak membiarkan kita begitu saja dalam kebingungan, tetapi mengutus kepada kita seorang Rasul ; maka barangsiapa mentaati Rasul tersebut pasti akan masuk Jannah (Surga), dan barangsiapa menentangnya pasti akan masuk neraka.Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَى فِرْعَوْنَ رَسُولًا(15) فَعَصَى فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا سورة المزمل .
“Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu seorang Rasul yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus kapada fir’aun seorang Rasul, tetapi fir’aun mendurhakai Rasul itu, maka kami siksa ia dengan siksaan yang berat.” (QS. Al-Muzammil: 15-16).

2. Bahwa Allah tidak rela, jika dalam ibadah yang ditujukan kepadaNya,Dia dipersekutukan dengan sesuatu apapun, baik dengan seorang malaikat yang terdekat atau dengan seorang Nabi yang diutus menjadi Rasul. 

Firman Allah Ta’ala :
وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah, karena itu janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyenbah) Allah.” (QS. Al-Jin : 18).

3. Bahwa barangsiapa yang mentaati Rasulullah serta mentauhidkan Allah, tidak boleh bersahabat dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasulnya, sekalipun mereka itu keluarga terdekat.


Allah Ta’ala berfirman :
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (22) سورة المجادلة.
“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasulnya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak, atau saudara- saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah memantapkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan dariNya. Dan mereka akan dimasukkanNya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepadaNya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.” (Surat al- Mujdalah: 22)


Saudaraku,

Semoga Allah membimbing anda untuk taat kepadanya.
Ketahuilah bahwa Islam yang merupakan tuntunan Nabi Ibrahim adalah ibadah kepada Allah semata dengan memurnikan ibadah kepadaNya, itulah yang diperintahkan Allah kepada seluruh ummat manusia dan hanya untuk itu sebenarnya mereka diciptakan, sebagaimana firman Allah Subhanahu waTa’ala :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku.” (QS. Az-Zariyat : 56).

Ibadah, dalam ayat ini, artinya : Tauhid. Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu memurnikan ibadah untuk Allah semata-mata. Sedang larangan Allah yang paling besar adalah syirik, yaitu : menyembah selain Allah di samping menyembahNya.


Allah Ta’ala berfirman :
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu denganNya.” (QS. An-nisa; : 36).

Kemudian apabila anda ditanya : apakah tiga landasan utama yang wajib diketahui oleh manusia? Maka hendaklan anda jawab : yaitu mengenal Tuhan Allah Azza wa Jalla, mengenal agama Islam, dan mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Apabila anda ditanya : siapakah Tuhanmu?, Maka katakanlah: Tuhanku adalah Allah yang telah memelihara diriku dan memelihara semesta alam ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakannya. Dan Dialah sembahanku, tiada bagiku sesembahan yang haq selain Dia.


Allah Ta’ala berfirman :

الحمد لله رب العالمين.
“Segala puji hanya milik Allah Pemelihara semesta alam.” (QS. Al-fatihah : 1).

Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan aku adalah bagian dari semesta alam ini.
Selanjutnya, jika anda ditanya : melalui apa anda mengenal Tuhan? Maka hendaklah anda jawab : melalui tanda-tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya. Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : malam, siang, matahari dan bulan. Sedang diantara ciptaan-Nya ialah : tujuh langit dan tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di antara keduanya.

ومن آياته الليل والنهار والشمس والقمر لا تسجدوا للشمس ولا للقمر واسجدوا لله الذي خلقهن إن كنتم إياه تعبدون.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu banar-benar hanya kepadanya beribadah.” (QS. Fushshilat : 37).

Dan firmanNya :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَالأَمْرُ تَبَارَكَ اللّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ(54) سورة الأعراف.
“Sesungguhnya Tuhanmu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang, senantiasa mengikutinya dengan cepat. Dan Dia (ciptakan pula) matahari dan bulan serta bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ketahuilah hanya hak Allah mencipta dan memerintah itu. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.” (Surat Al-A’raf : 54).
Tuhan inilah yang haq untuk disembah. Dalilnya, firman Allah Ta’ala:
يا أيها الناس اعبدوا ربكم الذي خلقكم والذين من قبلكم لعلكم تتقون الذي جعل لكم الأرض فراشا والسماء بناء وأنزل من السماء ماء فأخرج به من الثمرات رزقا لكم فلا تجعلوا لله أندادا وأنتم تعملون .
“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang- orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Robb) yang telah menjadikan untukmu bumi ini sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan (hujan) dari langit, lalu dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mngetahui.” (Surat Al-Baqarah: 21-22).
Ibnu katsir  Rahimahullahu Ta’ala, mengatakan : hanya pencipta segala sesuatu yang ada inilah yang berhak dengan segala macam ibadah.
Dan macam-macam ibadah yang diperintahkan Allah itu, antara lain: Islam , Iman, Ihsan, do’a, khauf (takut), raja’ (pengharapan), tawakkal, raghbah (penuh minat), rahbah (cemas), khusyu’ (tunduk), khasyyah (takut), inabah (kembali kepada Allah), isti’anah (memohon pertolongan), isti’azah (memohon perlindungan), istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan), dzabh (menyembelih), nazar, dan macam-macam ibadah lainnya yang diperintahkan oleh Allah.
Allah Subahanahu waTa’ala berfirman :
وأن المساجد لله فلا تدعوا مع الله أحدا.
“Dan sesungguhnya masji-masjid itu adalah kepunyaan Allah, karena itu, janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah Allah).” (QS. Al-Jin: 18).

Karena itu, barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah Ta’ala :

ومن يدع مع الله إلها آخر لا برهان به فإنما حسابه عند ربه إنه لا يفلح الكافرون.
“Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu.” (QS. Al-Mu’minun: 117).



1. Dalil do’a :

firman Alah Ta’ala :
وقال ربكم ادعوني أستجب لكم إن الذين يستكبرون عن عبادته سيدخلون جهنم داخرين.
“Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdo’alah kamu kepadaku niscaya akan Ku perkenankan bagimu’. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beibadah kepadaKu pasti akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60).

Dan diriwayatkan dalam hadits :

" الدعاء مخ العبادة ".
“Do’a itu adalah sari ibadah “ .

2.Dalil khauf (takut) :

Firman Allah Ta’ala :

فلا تخافوهم وخافوني إن كنتم مؤمنين.
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 175).

3.Dalil Raja’ (pengharapan) :

Firman Allah Ta’ala :

فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا.
“Untuk itu, barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Robbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 110).

4.Dalil Tawakkal (berserah diri) :

Firman Allah Ta’ala :

وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين.
‘Dan hanya kepada Allah-lah kamu betawakkal, jika kamu benar-banar orang yang beriman.” (QS. Al-Maidah : 23).

Dan firmannya :

ومن يتوكل على الله فهو حسبه .
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Dialah Yang Mencukupinya.” (QS. Ath-Thalaq : 3).

5.Dalil Raghbah (penuh minat), rahbah (cemas) dan khusyu’ (tunduk) ;

Firman Allah Ta’ala :

إنهم كانوا يسارعون في الخيرات ويدعوننا رغبا ورهبا وكانوا لنا خاشعين.
“Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam (mengerjakan) kebaikan-kebaikan serta mereka berdo’a kepada Kami dengan penuh minat (kepada rahmat Kami) dan cemas (akan siksa Kami), sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’ : 90).

6.Dalil khasy-yah (takut) :

Firman Allah Ta’ala :

فلا تخشوهم واخشوني.
“Maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku.” (QS. Al- Baqarah : 150).

7.Dalil inabah (kembali kepada Allah) :

Firman Allah Ta’a’ala :

وأنيبوا إلى ربكم وأسلموا له من قبل أن يأتيكم العذاب ثم لا تنصرون.
“Dan kembalilah kepada Robb kalian serta berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya) sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat tertolong lagi.” (QS. Az-Zumar : 54).

8.Dalil isti’anah (memohon pertolongan) :

Firman Allah Ta’ala :

إياك نعبد وإياك نستعين.
“Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan.” (QS. Al-Fatihah : 4).

Dan diriwayatkan dalam hadits :

" إذا استعنت فاستعن بالله ".
“Apabila kamu mohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah” .

9.Dalil isti’adzah (memohon perlindungan) :

Firman Allah Ta’ala :

قل أعوذ برب الفلق.
“Katakanlah : Aku berlindung kepada Robb Yang Menguasai subuh.” (QS. Al-Falaq : 1).

Dan firmanNya :

قل أعوذ برب الناس. ملك الناس.
“Katakanlah : ‘Aku berlindung kepada Robb Manusia, Penguasa manusia.” (QS. An- Nas : 1-2).

10.Dalil istighatsah (memohon pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan). 

Firman Allah Ta’ala :

إذ تستغيثون ربكم فاستجاب لكم.
“(Ingatlah) tatkala kamu memohon pertolongan kepada Robb kalian untuk dimenangkan (atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagimu.” (QS. Al-Anfal : 9).

11.Dalil dzabh (menyembelih),

Firman Allah Ta’ala :

قل إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين. لا شريك له وبذلك أمرت وأنا أول المسلمين.
“Katakanlah : ‘Sesunggunya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Robb semesta alam, tiada sesuatupun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang-orang yang pertama kali berserah diri (kepadanya).” (QS. Al-An’am: 162-163).

Dan dalil dari sunnah :

" لعن الله من ذبح لغير الله ".
“Allah melaknat orang yang menyembelih (binatang) bukan karena Allah” .

12.Dalil nadzar,

Firman Allah Ta’ala :

يوفون بالنذر ويخافون يوما كان شره مستطيرا.
“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksaannya merata di mana-mana.” (QS. Al-Insan : 7).

Islam, ialah berserah diri kepada Allah dengan tauhid dan tunduk kepada-Nya dengan penuh kepatuhan pada segala perintah-Nya serta menyelamatkan diri dari perbuatan syirik dan orang-orang yang berbuat syirik.

Dan agama Islam, dalam pengertian tersebut mempunyai tiga tingkatan, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan; masing-masing tingkatan ada rukun-rukunnya. 


Tingkatan pertama : Islam.


Adapun tingkatan Islam, rukunnya ada lima :

1.Syahadat (pengakuan dengan hati dan lisan) bahwa : “Laa Ilaaha Illallaah – Muhammad Rasulullah” (Tiada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).

2.Mendirikan shalat.

3.Menunaikan zakat.

4.Puasa pada bulan Ramadhan dan

5.Haji ke Baitullah Al-Haram.


Dalil syahadat :

Firman Alah Ta’ala :

شهد الله أنه لا إله إلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إله إلا هو العزيز الحكيم.
“Allah menyatakan bahwa tiada sesembahan (yang haq) selain Dia, dengan senantiasa menegakkan keadilan. (juga menyatakan yang demikian itu) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu. Tiada sesembahan (yang haq) selain dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali-Imran : 18).

“Laa Ilaaha Illallah”, artinya : tiada sesembahan yang haq selain Allah.

Syahadat ini mengandung dua unsur. Menolak dan menetapkan. “La Ilaaha”, adalah menolak segala sembahan selain Allah, “Illallah”, adalah menetapkan bahwa ibadah (penghambaan) itu hanya untuk Allah semata, tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam ibadah kepada-Nya, sebagaimana tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam kakuasaan-Nya.


Tafsir makna syahadat tersebut diperjelas oleh firman Allah Ta’ala:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاء مِّمَّا تَعْبُدُونَ (26) إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ (27) سورة الزخرف وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ سورة الزخرف.
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kepada kaumnya : ‘Sesungguhnya aku menyatakan lapas diri dari segala yang kamu sembah, kecuali Tuhan yang telah menciptakanku, kerena sesungguhnya Dia akan memberiku petunjuk. ‘Dan (Ibrohim) mejadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka senantiasa kembali (kepada tauhid).” (QS. Az-Zukhruf : 26-28).

Dan firman Allah Ta’ala :

قل يا أهل الكتاب تعالوا إلى كلمة سواء بيننا وبينكم ألا نعبد إلا الله ولا نشرك به شيئا ولا يتخذ بعضنا بعضا أربابا من دون الله فإن تولوا فقولوا اشهدوا بأنا مسلمون.
“Katakanlah (Muhammad) : ‘Hai Ahli Kitab! Marilah kamu kepada suatu kalimat yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, yaitu : hendaklah kita tidak menyembah selain Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya serta janganlah sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah’. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka : ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang muslim (menyerah diri kepada Allah).” (QS. Ali Imran : 64).

Adapun dalil syahadat bahwa Muhammad itu Rasulullah, adalah firman Allah Ta’ala :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ (128) سورة التوبة.
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalangan kamu sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, sangat mengiginkan (keimanan dan keselamatan) untukmu, amat belas kasih lagi penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah : 128).

Syahadat bahwa Muhammad adalah Rasulullah, berarti : mentaati apa yang diperintahkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, menjauhi apa yang dilarang serta dicegahnya, dan beribadah kepada Allah dengan apa yang disyariatkannya.

Dalil shalat, zakat dan tafsir kalimat tauhid :
Firman Allah Taala :

وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة وذلك دين القيمة.
“Padahal mereka tidaklah diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah, dengan memurnikan ketaatan kapada-Nya lagi bersikap lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat serta mengeluarkan zakat. Demikian itulah tuntunan agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5).

Dalil Shiyam/Puasa :
Firman Allah Ta’ala :

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون.
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu untuk melakukan shiyam, sebagaimana telah diwajibkan kapada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183).

Dalil Haji :
Firman Allah Ta’ala :

ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العالمين.
“Dan hanya untuk Allah, wajib bagi manusia melakukan haji, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) semesta alam.” (QS. Ali Imran : 97).


Tingkatan kedua : Iman.


Iman itu lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling tinggi ialah syahadat. “ La Ilaha Illallah”, sedang cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan sifat malu adalah salah satu cabangnya iman.
Rukun iman ada enam yaitu :

1.Iman kepada Allah.2.Iman kepada para Malaikat-Nya.3.Iman kepada kitab-kitab-Nya.
4.Iman kepada para Rasul-Nya.5.Iman kepada hari akhirat, dan6.Iman kepada qadar [10] , yang baik maupun yang buruk.


Dalil ke enam rukun ini, firman Allah Ta’ala :


ليس البر أن تولوا وجوهكم قبل المشرق والمغرب ولكن البر من آمن بالله والملائكة والكتاب والنبيين.
“Berbakti (dan beriman) itu bukanlah sekedar menghadapkan wajahmu (dalam shalat) ke arah timur dan barat, tetapi berbakti (dan beriman) yang sebenarnya ialah iman seseorang kepada Allah, hari akhirat, para malaikat, kitab-kitab dan Nabi- Nabi…” (QS. Al-Baqarah : 177).

Dan firman Allah Ta’ala :
إنا كل شيء خلقناه بقدر
"Sesngguhnya segala sesuatu telah Kami ciptakan sesuai dengan qadar.” (QS. Al- Qamar : 49).


Tingkatan ketiga : Ihsan.


Ihsan, rukunnya hanya satu, yaitu :

أن تعبد الله كأنك تراه, فإن لم تكن تراه فإنه يراك.
“Beribadahlah kepada Allah dalam keadaan seakan-akan kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” 

Dalilnya, firman Allah Ta’ala :
إن الله مع الذين اتقوا والذين هم محسنون
“Sesunggunya Allah besama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS. An-Nahl : 128 )
وتوكل على العزيز الرحيم الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين إنه هو السميع العليم
“Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihatmu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan (melihat) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetehui.” (QS. Asy-syuaraa’ : 217-220).
وما تكون في شأن وما تتلوا من قرآن ولا تعملون من عمل إلا كنا عليكم شهودا إذ تفيضون فيه
"Dalam keadaan apapun kamu berada, dan (ayat) apapun dari Al-Qur’an yang kamu baca, serta pekerjaan apapun yang kamu kerjakan, tidak lain kami adalah menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya…”. (QS. Yunus : 61).

Adapun dalilnya dari sunnah, ialah hadits Jibril yang masyhur, yang diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu :

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .  
[رواه مسلم]
Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“.  Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata:  “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda:  “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian)  berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)

Beliau adalah Muhammad bin Abdullah, bin Abdul Mutthalib, bin Hasyim. Hasyim adalah termasuk suku Quraisy, suku Quraisy termasuk bangsa Arab, sedang bangsa Arab termasuk keturunan Nabi Ismail, putera Nabi Ibarahim Al-Khalil. Semoga Allah melimpahkan kepadanya dan kepada Nabi kita sebaik-baik shalawat dan salam. Beliau berumar 63 tahun; diantaranya 40 tahun sebelum beliau menjadi Nabi dan 23 tahun sebagai Nabi serta Rasul. Beliau diangkat sebagai Nabi dengan “Iqra” [yakni Surat Al 'Alaq ayat 1-5] dan diangkat sebagai Rasul dengan Surat “Al- Mudatssir.”
Tempat asal beliau adalah Makkah. Beliau diutus oleh Allah untuk menyampaikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid. Firman Allah Ta’ala :
يا أيها المدثر قم فأنذر وربك فكبر وثيابك فطهر والرجز فاهجر ولا تمنن تستكثر ولربك فاصبر.
“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu sampaikanlah peringatan. Agungkanlah Robbmu. Sucikanlah pakaianmu. Tinggalkanlah berhala-berhala itu. Dan janganlah kamu memberi, sedang kamu menginginkan balasan yang lebih banyak. Serta bersabarlah untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu.” (QS. Al- Mudatstsir : 1-7)

Pengertian :
“Sampaikanlah peringatan”, ialah : menyampaikan peringatan untuk menjauhi syirik dan mengajak kepada tauhid.
“Agungkanlah Tuhanmu” : agungkanlah Ia dengan berserah diri dan beribadah kepada-Nya semata.
“Tinggalkanlah berhala-berhala itu”, artinya : jauhkan serta bebaskan dirimu darinya dan orang-orang yang memujanya.

Beliaupun melaksanakan perintah ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun, mengajak kepada tauhid. Setelah sepuluh tahun itu, beliau dimi’rajkan (diangkat naik) ke atas langit dan disyari’atkan kepada beliau shalat lima waktu. Beliau melakukan shalat di Makkah selama tiga tahun. Kemudian, sesudah itu, beliau diperintahkan untuk berhijrah ke Madinah.

Hijrah, pengertiannya, ialah : pindah dari lingkungan syirik ke lingkungan Islami.
Hijrah ini merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan ummat Islam. Dan kewajiban tersebut hukumnya tetap berlaku sampai hari kiamat.

Dalil yang menunjukkan kewajiban hijrah, yaitu firman Allah Ta’ala
إن الذين توفاهم الملائكة ظالمي أنفسهم قالوا فيما كنتم قالوا كنا مستضعفين في الأرض قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها فأولئك مأواهم جهنم وساءت مصيرا.
إلا المستضعفين من الرجال والنساء والولدان لا يستطيعون حيلة ولا يهتدون سبيلا فأولئك عسى الله أن يعفو عنهم وكان الله غفورا رحيما.
“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan zhalim terhadap diri mereka sendiri [15], kepada mereka malaikat bertanya : ‘Dalam keadaan bagaimana kamu ini? Mereka menjawab : ‘Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri (Makkah)’. Para malaikat berkata : ‘Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah (kemana saja) di bumi ini?. Maka mereka itu tempat tinggalnya neraka jahannam dan jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali. Akan tetapi orang-orang yang tertindas diantara mereka, seperti kaum lelaki dan wanita serta anak-anak yang mereka itu dalam keadaan tidak mampu menyelamatkan diri dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), maka mudah- mudahan Allah memaafkan mereka. Dan Allah adalah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun.” (QS. An-Nisa’ : 97-99)

Dan firman Allah Ta’ala :
يا عبادي الذين آمنوا إن أرضي واسعة فإياي فاعبدون.
“Wahai hamba-hambaku yang beriman! Sesungguhnya, bumi-Ku adalah luas, maka hanya kepadaKu saja supaya kamu beribadah.” (QS. Al-Ankabut : 56).

Al Baghawi  Rahimahullah, berkata : “Ayat ini, sebab turunnya, adalah ditujukan kepada orang-orang muslim yang masih berada di Makkah, yang mereka itu belum juga berhijrah. Karena itu, Allah menyeru kepada mereka dengan sebutan orang- orang yang beriman.”

Adapun dalil dari sunnah yang menunjukkah kewajiban hijrah, yaitu sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة, ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها.
“Hijrah tetap akan berlangsung selama pintu taubat belum ditutup, sedang pintu taubat tidak akan ditutup sebelum matahari terbit dari barat.

Setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menetap di Madinah, disyari’atkan kepada beliau zakat, puasa, haji, adzan, jihad, amar ma’ruf dan nahi mungkar serta syari’at-syari’at Islam lainnya.
Beliau pun melaksanakan perintah untuk menyampaikan hal ini dengan tekun dan gigih selama sepuluh tahun. Sesudah itu wafatlah beliau, sedang agamanya tetap dalam keadaan lestari.

Inilah agama yang beliau bawa. Tiada suatu kebaikan yang tidak beliau tunjukkan kepada umatnya. Dan tiada suatu keburukan yang tidak beliau peringatkan supaya dijauhi. Kebaikan yang beliau tunjukkan ialah tauhid serta segala yang dicintai dan diridhai Allah; sedang keburukan yang beliau peringatkan supaya dijauhi ialah syirik serta segala yang dibenci dan dimurkai Allah.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus oleh Allah kepada seluruh umat manusia, dan diwajibkan kepada seluruh jin dan manusia untuk mentaatinya.

Allah Ta’ala berfirman :
قل يا أيها الناس إني رسول الله إليكم جميعا
“Katakanlah : ‘Wahai mausia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semua.” (QS. Al-A’raf : 158).

Dan melalui beliau, Allah telah menyempurnakan agama-Nya untuk kita. Firman Allah Ta’ala :
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا.
“Pada hari ini , telah aku sempurnakan untukmu agamamu dan Aku lengkapkan kepadamu ni’matKu serta aku ridhai Islam itu mrnjadi agama bagimu.” (QS. Al- Ma’idah : 3).

Adapun dalil yang menunnjukkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga wafat, ialah firman Allah Ta’ala:
إنك ميت وإنهم ميتون ثم إنكم يوم القيامة عند ربكم تختصمون
“Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka pun akan mati (pula). Kemudian sesungguhnya kamu nanti pada hari Kiamat berbantah-bantahan di hadapan Tuhanmu.” (QS. Az-Zumar : 30-31).

Manusia sesudah mati akan dibangkitkan kembali. Dalilnya, firman Allah Ta’ala :

منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
“Berasal dari tanahlah kamu telah kami jadikan dan kepadanya kamu kami kembalikan, serta darinya kamu akan kami bangkitkan sekali lagi.” (QS. Thaha : 55).

Dan firman Allah Ta’ala :

والله أنبتكم من الأرض نباتا ثم يعيدكم فيها ويخرجكم إخراجا.
“Dan Allah telah menunbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, kemudian Dia mengembalikan kamu kedalamnya (lagi) dan (pada hari kiamat) Dia akan mengeluarkan kamu dengan sebenar-benarnya.” (QS. Nuh : 17-18).

Setelah menusia dibangkitkan, mereka akan dihisab dan diberi balasan sesuai dengan perbuatan mereka.
Firman Allah Ta’ala :
ولله ما في السماوات وما في الأرض ليجزي الذين أساؤوا بما عملوا ويجزي الذين أحسنوا بالحسنى
“Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat buruk sesuai dengan perbuatan mereka dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan (pahala) yang lebih baik lagi (surga).” ( QS. An-Najm : 31).

Barangsiapa yang tidak mengimani kebangkitan ini, maka dia adalah kafir.
Firman Allah Ta’ala :

زعم الذين كفروا ان لم يبعثوا قل بلى لتبعثن ثم لتنبؤن بما عملتم وذلك على الله يسير
“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakan : ‘tidaklah demikian. Demi Robbku, kamu pasti akan dibangkitkan dan niscaya akan diberitakan kepadamu apapun yang telah kamu kerjakan. Yang demikian itu adalah amat mudah bagi Allah.” (QS. At-Taghabun : 7).

Allah telah mengutus semua Rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
رسلا مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل
“(Kami telah mengutus) Rasul-rasul mejadi penyampai kabar gembira dan pemberi peringatan, supaya tiada lagi suatu alasan bagi mausia membantah Allah setelah (diutusnya) para Rasul itu.” (QS. An-Nisa’ : 165).

Rasul pertama adalah Nabi Nuh ‘alaihis salam, dan Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta beliaulah penutup para Nabi.


Dalil yang meunjukkan bahwa Rasul pertama adalah Nabi Nuh, firman Allah Ta’ala :

إنا أوحينا إليك كما أوحينا إلى نوح والنبيون من بعده.
“Sesungguhnya Kami mewahuyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan para Nabi sesudahnya…” (QS. An-nisa’ :163)

Ibnu Al-Qayyim Rahimahullah Ta’ala telah menjelaskan pengertian thaghut dengan mengatakan :
( الطاغوت : ما تجاوز به العبد حده من معبود، أو متبوع، أو مطاع ).
“Thaghut, ialah segala sesuatu yang diperlakukan menusia secara melampaui batas (yang telah ditentukan oleh Allah), seperti dengan disembah, atau diikuti, atau dipatuhi.”

Thaghut itu banyak macamnya, tokoh-tokohnya ada lima :

1-Iblis, yang telah dilaknat oleh Allah,2.Orang yang disembah, sedang ia sendiri rela,3.Orang yang mengajak manusia untuk menyembah dirinya,4.Orang yang mengaku tahu sesuatu yang ghaib,5.Orang yang memutuskan sesuatu tanpa berdasarkan hukum yang telah diturunkan oleh Allah.


Allah Ta’ala berfirman :

لا إكرا في الدين قد تبين الرشد من الغي فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقى لا انفصام لها والله سميع عليم
“Tiada paksaan dalam (memeluk) agama ini. Sungguh telah jelas kebenaran dari kesesatan. Untuk itu, barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan iman kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang teguh dengan tali yang amat kuat, yang tidak akan terputus tali itu. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ; 256).

Ingkar kepada semua thaghut dan iman kepada Allah saja, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tadi, adalah hakekat syahadat “La Ilaha Illallah”.
Dan diriwayatkan dalam hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

رأس هذا الأمر الإسلم، وعموده الصلاة، وذروة سنامه الجهاد في سبيل الله.
“Pokok agama ini adalah Islam , dan tiangnya adalah shalat, sedang ujung tulang punggungnya adalah jihad fi sabilillah.

Wallahu a’lam. Hanya Allahlah yang Maha Tahu. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.


Selasa, 17 Februari 2015

AGAMA ITU MUDAH, JANGAN MEMBERATKAN DIRI


            Karena keiman pas-pasan, orang merasa aturan agama demikian berat. Harus begini, dan tidak boleh begitu. Ini perintah, itu larangan. Terlalu banyak aturan dan rambu-rambu, dan ada orang menuruti kata hawa nafsunya, dan sangat sedikit yang menuruti nuraninya. Padahal kita diciptakan tidaklah sia-sia. Allah berfirman, “Apakah manusia menyangka bahwa mereka di biarkan dengan sia-sia?” (QS. Al-Qiyamah: 36).
            Sebenarnya, hidup mengikuti aturan agama adalah kebahagian dan ketentraman bagi hamba Allah yang beriman, sebaliknya hidup jauh dari aturan agama adalah kesengsaraan dan kegelisahan yang tiada berujung, sampai manusia kembali kepada Pencipta-Nya. Disisi lain perbuatan memberatkan diri dalam agama justru tercela, kemudahan dalam menjalani agama ini  peringatan dan arahan agar berlaku pertengahan. Inaddiina yusrun (sesunggunya agama itu mudah).
Rasulullah bersabda: “Allah telah memfardhukan beberapa kewajiban, tolong jangan kalian sia-siakan, Allah telah menetapkan batasan (aturan-aturan), maka jangan kalian cederai, dan Allah juga telah mengharamkan beberapa hal, maka jangan kalian langgar, Allah juga telah mendiamkan beberapa hal sebagai rahmat bagi kalian, dan bukan karena lupa, maka jangan kalian cari-cari.” (Hadits Hasan Riwayat Daruquthni 4/184).
            Masalah akidah yang asasnya adalah beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Akhir, dan Takdir yang baik ataupun yang buruk, adalah akidah yang benar menentramkan kalbu, mengikutinya akan mengantarkan seseorang pada tujuan yang mulia dan cita-cita paling utama.
            Akhlak dan amalannya merupakan akhlal yang paling sempurna dan amalan yang paling baik. Dengannya, tercapai kebaikan dunia dan akhirat. Sebaliknya, kehilangannya berarti terluput dari seluruh kebaikan. Demikian pula kewajiban-kewajiban adalah perkara yang paling gampang. Kita lihat sisi kemudahannya.

Shalat Lima Waktu

            Setiap malam dan siang hanya dilakukan sebanyak lima kali pada waktunya. Allah Maha Penyayang menyempurnakan dengan mewajibkan shalat secara berjamaah, sebab dengan berjamaah ibadah itu lebih mudah dilakukan, akan membuahkan kemanisan bagi setiap mukmin yang menunaikannya, memperoleh kebaikan agama dan keshalehan serta pahala dari Allah dan setiap mukmin begitu menikmati ibadah shalat.

Zakat

            Amalan ini hanya diwajibkan kepada orang kaya dalam rangka menyempurnakan agama dan keislaman mereka, menyuburkan harta dan mensucikan akhlak, memberikan kelapangan bagi orang yang membutuhkan, menghilangkan kotoran dari harta mereka dan menunaikan kemaslahatan secara menyeluruh. Allah berfirman yang artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Qs.al-Baqarah: 43)

Puasa

            Hanya diwajibkan sebulan dalam setahun, puasa menjadi sebab seorang hamba mencapai ketakwaan, mengantarkannya untuk mengerjakan seluruh kebaikan dan meninggalkan kemungkaran, dengan meninggalkan syahwat yang biasa terpenuhi, berupa makan, minum dan jima’ di siang hari. Allah mengantikan untuk mereka keutamaan dan kebaikan-Nya yang menyempurnakan agama, iman mereka dan pahala-Nya yang besar.

Haji

            Allah tidak mewajibkan haji kecuali bagi yang mampu, demikian pula umroh hanya diwajibkan sekali. Amalan haji memiliki manfaat yang besar bagi agama dan dunia yang tidak terbatas. Allah berfirman yang artinya: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat  untuk mereka....” (Qs.al-Hajj: 28)
            Syariat-syariat islam yang lain amatlah mudah baik berkaitan dangan hak Allah maupun hamba. Sebab Allah berfirman yang Artinya, “Allah menginginkan kemudahan bagi kalian dan tidak menginginkan kesulitan bagi kalian” (Qs.al-Baqarah: 185).
            Sebaliknya, orang yang memberatkan diri, tidak merasa cukup dengan ajaran dan bimbingan Nabi kepada umatnya, dan dia justru berlaku ghuluw (melampai batas dalam ibadah) siapa yang menjalankan agama ini dengan melampai batas, tidak mau mengikuti bimbingan Rasul, niscaya dia akan menyesal.
            Rasulullah memberi wasiat untuk berlaku lurus dan tidak berputus asa, beliau menguatkan jiwa dengan kabar gembira berupa kebaikan, berucap benar, berbuat jujur dan menempuh jalan yang terbimbing. Asas yang bermanfaat ini diambil juga dari firman Allah yang Artinya: “Bertaqwalah kalian kepada Allah semampu kalian.” (Qs.at-Taghabun: 16). Demikikan pula sabda Rasulullah yang artinya: “Apabila aku memerintah sesuatu kepada kalian, lakukanlah semampu kalian.” (Muttafaqun’alaih).
            Dengan demikain, tahulah kita bahwa dalam hadits ini ada beberapa kaidah:
1.       Kemudahan mencakup seluruh syariat.
2.       Kesulitan akan menarik kemudahan pada saat terjadinya kesuliatan.
3.       Apabila Rasulullah memerintahkan sesuatu kepada kita lakukanlah semampunya.
4.       Menyemangati dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beramal dengan kebaikan dan pahala yang akan diperoleh dari amal tersebut.
5.       Wasiat mencakup seluruh sisi, tentang kemudahan yang diberikan dan jalan untuk menuju kepada Allah.
Allah berfirman, “...Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dinia hanyalah kesenangan dan memperda,” (QS. Ali Imran: 85). Wallahu ta’ala a’lam bishshawab. Akhirnya kita memohon kepada Allah selalu melimpahkan rahmat, taufik, karunia dan hidayah-Nya kepada kita agar kita bisa menjalankan syariat agama dengan ikhlas dan mengikuti sunnah Rasulullah.


(oleh: Abu hafidzah (Teuku Raja Ismail) dari Al-Qur’an).

berjabat tangan dengan wanita.

Saudara kaum muslimin…

Hari ini kita akan sedikit bercerita tentang jabat tangan dengan seorang wanita, dimana pada zaman modern ini, berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram bukanlah hal aneh, bahkan sudah menjadi tradisi. Apakah tradisi ini dibenarkan dalam agama islam.? Inilah topic kita hari ini, saya sebagai penulis mengetahui bahwa sebahagian umat islam buta akan hal ini, jadi tidak masalah, jika saya akan menjelaskan masalah ini sedikit demi sedikit dan semoga allah swt meridhai ini semua.

Saudaraku kaum muslimin…

Berjabat tangan dengan lawan jenis bukanlah tradisi agama kita, bahkan agama kita melarangnya dengan ancaman keras bagi pelanggar aturan ini. Ini berdasarkan sabda rasulullah saw:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له. (رواه أحمد)

Artinya: “sungguh ditusuknya kepala seseorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. ( hr. Ath-thabrani ).

Sahabatku rasulullah saw sebagai tauladan bagi kita, orang yang lebih suci daripada kita tidak berjabat tangan dengan wanita. Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadis:
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: إني لا أمس أيدي النساء. (رواه الطبرني)
Artinya: rasulullah saw bersabda:” sungguh aku tidak menyentuh tangan wanita”.

Beliau juga bersabda:
إني لا أصافح النساء. (رواه مسلم)
Artinya: “ sungguh saya tidak berjabat tangan dengan wanita”.

Dan dari aisyah radhiallahu anha dia berkata:
و لا والله ما مست يد رسول الله صلى الله عليه وسلم يد امرأة قط غير أنه يبايعهن باكلام. (رواه مسلم)
Artinya:”dan demi allah, sungguh tangan rasulullah saw tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali bahkan beliau membaiat para wanita dengan perkataan”. (hr. Muslim)
Sekianlah penjelasan tentang masalah ini, marilah kita merealisasikan hadist rasulullah ini dalam kehidupan kita, semoga allah swt membalas semua amal kita dengan kebaikan yang berlipat.
Sekian dari saya, jika ada kata yang salah mohon maaf , karena saya hanyalah manusia tak lepas dari namanya salah dan kekurangan. Saya mohon ampun kepada allah semoga ini menjadi amal baik yang bisa mengantarkan kita kesurganya nanti di hari akhirat.


Salam saya

Ayin rozai.

Tujuan kita hidup

Saudaraku kaum muslimin…
Kita hidup dimuka bumi ini bukanlah tanpa tujuan, akan tetapi memiliki tujuan khusus yang telah allah swt tetapkan. Maka kita sebagai hamba ciptaan allah swt sepatutnya mengetahui tujuan itu, bukan sebatas hanya tahu saja tetapi juga mengerti dan mau melaksanakan apa yang telah ia tetapkan. Hendaklah semua itu tidak asal ngomong saja tetapi memiliki dasar dan ilmu tentang itu. Disini saya mencoba menjelaskan itu, walau tak seberapa, akan tetapi insya allah bermanfaat bagi kita.
Apakah tujuan kita hidup dibumi ini???
Apakah tujuan kita hanya untuk mencari harta sebanyak-banyaknya, menikah, punya anak, makan dan minum saja????
Jika anggapan ini yang tertanam dalam benak kita, maka rubahlah persepsi itu. karena tujuan hidup kita sebagai manusia adalah untuk menyembah allah swt, sebagaimana firmannya:
وما خلقت الجن و الإنس إلا ليعبدون. الذاريات: 56
Artinya: “ dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepadaku”.( q.s. adz-dzariyat:56)
Ibadah kepada allah bukan Cuma dengan shalat, berdzikir, puasa, membayar zakat, akan tetapi seluruh aktivitas kita sebagai seorang muslim adalah ibadah jika kita niatkan karena allah swt.


Jumat, 13 Februari 2015

Hijab???? Kenapa ya???



Saudariku muslimah…
Kenapa engkau harus berjilbab???
Apa alasan engkau melepas jilbab dari kepalamu???
Tidakkah engkau takut akan azab allah swt???
Saudariku muslimah…
Izinkanlah saudaramu ini mengungkapkan kata hatinya, dengan tulisan sederhana ini karena allah swt, dan untuk merealisasikan firman allah swt,:
وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَىٰ تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (q.s. adz-zariyat:55)
Ya saudariku muslimah tahukah kamu bahwa kita hidup ini perlu nama saling menasehati, karena nasehat itu sangat berguna bagi kita kaum muslimin yang beriman. Jika didalam hati saudariku masih ada sedikit iman marilah kita meluangkan waktu kita untuk merenungkan masalah ini.
Saya ingin bertanya kepada saudariku muslimah: siapakah yang menyuruh anda untuk berhijab???
Jawablah pertanyaan ini dengan hati yang tenang, tidak dengan hawa nafsu, karena orang yang tenang itu menunjukkan ia adalah orang pintar. Perhatikan seluruh wajah mu, seluruh tubuhmu yang indah itu, pantaskah ia engkau pamerkan dihadapan para lelaki??? Tidakkah engkau tahu bahwa ia akan berubah, akan tua, akan berkerut???  Sedangkan allah swt akan meminta pertanggung jawabanmu nanti dihari akhirat, apa saja perbuatanmu terhadap tubuh dan wajahmu yang indah dan cantik itu kamu pergunakan.
Saudariku muslimah….
Allah swt berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(q.s.al-ahzaab:59)
Dari ayat diatas allah swt telah menjelaskan bagaimana ciri-ciri jilbab yang dianjurkan oleh agama islam dan tujuan kenapa para wanita muslimah memakai jilbab. Saya akan memberi beberapa kesimpulan dengan beberapa penelasannya, agar lebih mudah dipahami, diantaranya adalah:
1.    Karena perintah allah
Wahai saudariku muslimah…
Apakah engkau tidak takut kepada penciptamu??? Apakah engkau tidak yakin bahwa allah yang telah menciptakanmu??? Saya jamin engkau meyakini itu, akan tetapi apakah engkau masih ragu dan takut jika jilbab menutupi tubuhmu kecantikanmu akan hilang, tidak wahai saudariku, akantetapi kecantikanmu akan terjaga dari pandangan para lelaki, dimana mereka hanya menikmati tubuh secara gartisan. Tahukah kamu bahwa dengan memamerkan bentuk tubuhmu itu menunjukan betapa murahnya dirimu yang mana semua orang dapat melihat, menikmatinya.
Tidakkah engkau takut akan ancaman allah swt. Tentang wanita yang mengumbar auratnya. Perhatikanlah sabda rasulullah saw berikut ini dan pikirkanlah:
“ rasulullah saw bersabda:” dua golongan dari ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi digunakan untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan melenggak lenggokkan tubuhnya, mengajarkan wanita belenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mncium wanginya, walaupun wangi surge itu tercium dari jauhnya perjalan ini dan ini”. (hr. muslim)
Wahai saudariku muslimah….
Maukah engkau memasuki neraka bahkan tidak dapat mencium wanginya surga??? Jika tidak, maka pakailah jilbabmu yang sesuai dengan syariat islam. Sayangilah tubuhmu dengan engkau menggunakan jilbab, karena itu lebih baik bagimu dan engkau akan terlihat lebih berharga. Janganlah tertipu dengan syaitan yang terkutuk karena ia adalah musuh bagimu dan bagi manusia seluruhnya.
2.    Agar engkau lebih mudah dikenali
Saudariku muslimah…
Dengan engkau menggunakan jilbab, maka engkau akan lebih mudah dikenali, bahwa engkau adalah wanita muslimah, engkau adalah wanita yang suci menjaga kehormatan dirinya. Sadarkah engkau jika auratmu terbuka, pandangan para lelaki kepadamu tak sebatas hanya ingin menikmati tubuhmu bahkan jika ia tertarik kepadamu bukan karena cinta yang tulus akan tetapi karena keindahan tubuhmu.masih maukah engkau memamerkan tubuh indahmu dengan harga yang murah, bukan Cuma murah akan tetapi juga tak mempunyai harga. Nasehat saya kepada engkau wahai saudariku muslimah, “ janganlah engkau merendahkan dirimu, menghinakan dirimu, menjual diri tubuhnya dengan harga murah setelah allah swt memuliakanmu dengan aturan dan syariatnya. Apakah engkau akan membeli kemulian dengan kehinaan, sungguh itu bukanlah pikiriran orang yang waras”.
3.    Agar engkau tidak diganggu
Saudariku muslimah….
Siapakah wanita yang sering diganggu oleh para lelaki dijalanan???
Apakah para wanita yang selalu mengenakan jilbab syar’i ataukah para wanita yang selalu bersolek dan berdandan???
Tentu para wanita muslimah dengan hijabnya lebih terjaga dari kejahatan para lelaki dan para lelaki juga akan merasa segan jika engkau menjaga kehormatanmu. Mereka akan menghormatimu, mendambakanmu untuk dijadikan istri mereka dimasa depan bukan sebagai pemuas nafsu sementara. Yakinlah jika engkau lakukan ini karena allah maka engkau akan memproleh balasan darinya dengan balasan yang setimpal didunia dan surga menunggu mu di akhirat.
Semoga allah swt memberikan ridha-NYA dan merahmati kita semua dimanapun kita berada. Tulisan sederhana ini saya tulis karena allah bukan karena mencari pujian dari manusia, bebas untuk disebar luaskan dan di copy. Jika ada kata-kata yang salah pada tulisan ini mohon kritik dan sarannya, jangan biarkan saudara kalian ini terus berada dalam kesalahan. Terakhir dari saya, “janganlah engkau berpikir untuk mencari kenikmatan sesungguhnya didunia kepada manusia karena manusia itu tak akan mampu memberikan itu akan tetapi mintalah kepada sang pemilik kenikmatan karena dia maha kaya akan segala sesuatu”.

Salam saya,
( hidup hanya sekali maka jangan biarkan dia berlalu sia-sia tampa ada manfaatnya kepada orang lain )
ayin rozai